Sebuah Jurnal Perjalanan Hidup Sang Putri Kecil Bapa

Semua tentang kisah perjuangan putri kecil Bapa

Rabu, 28 Maret 2012

Memberi Hidup Dipimpin oleh Roh

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging-- karena keduanya bertentangan-- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Galatia 5: 16-17.

 
Sekian lama ga meng-update blog karena terlalu fokus dengan kuliah profesi Apoteker yang sedang saya jalani, akhirnya saya muncul lagi. Kali ini bukan tentang pengajaran atau khotbah yang akan saya sampaikan melainkan sharing tentang kejadian sehari-hari yang saya alami terkait dengan proses pembentukan Tuhan di dalam hidup saya. Semoga dapat menjadi berkat.

Akhir-akhir ini, Tuhan banyak berurusan dengan karakter-karakter saya yang buruk. Tuhan berurusan dengan kehidupan saya yang sudah mulai dikuasai oleh kedagingan. Penasaran dengan arti atau maksud dari kedagingan? Bukan berarti saya tiap hari makan daging. Dalam Galatia 5: 19-21 disebutkan "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu-- seperti yang telah kubuat dahulu-- barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah."

Memang tidak semua dari poin-poin yang disebutkan tadi menguasai saya, tapi sebagian besar mulai menguasai diri saya. Mungkin pada bingung kenapa tiba-tiba jadi begini, hehe.. Semua ini terjadi ketika persekutuan saya dengan Tuhan agak renggang. Sejak memulai kesibukan kuliah profesi dengan jadwal kuliah dan praktek profesi yang cukup padat dan melelahkan, cara saya berdoa sudah tidak seperti dulu, saya jarang membaca dan bertekun di dalam firman Tuhan, rasanya malaasss sekali untuk datang ke hadirat Tuhan. Apakah ada diantara pembaca yang mengalami seperti saya? Kalau ada, mulailah waspada. Segeralah bangun persekutuan dengan Tuhan. Semenjak saya menjauh, saya mulai sering uring-uringan, emosi tidak terkontrol, lebih sering memilih menghabiskan waktu jalan-jalan atau nonton untuk refreshing daripada datang ke hadirat Tuhan dan berdiam diri.

Suatu saat, Tuhan yang masih teramat mengasihi saya, menegur saya. Saya sudah terlampau jauh hidup di dalam kedagingan. Tuhan mengingatkan saya tentang kasih karuniaNya yang selalu ada buat anak-anakNya yang sungguh-sungguh mau bertobat. Pesan saya: waspadalah. Pada saat kita hidup di dalam kedagingan, kita mulai mengizinkan 'dosa-dosa kecil' menguasai kita dan tanpa sadar kita sudah jatuh terlalu dalam. Hati-hati dengan jebakan si jahat.

0 komentar:

Posting Komentar