Hari ini, tepatnya tanggal 9 Juni 2011. Saya percaya tidak ada sesuatu yang kebetulan. Saya menemukan sebuah buku di perpustakaan ruang fulltimer Gereja CMC. Buku itu berjudul Bayang-bayang Masa Depan yang berisi tentang tantangan kebangunan rohani di akhir zaman karangan Rick Joyner. Saya langsung melompatinya ke bagian 3 kebangunan rohani besar yang pernah terjadi di masa yang lalu: kebangunan rohani di Nashville, Wales, dan Azusa Street. Kebangunan rohani yang dimulai dari pemuda-pemuda yang dipenuhi gelora cinta akan Tuhan. Ketika awal saya membaca tentang kebangunan rohani di Nashville, entah mengapa ada api yang begitu bergelora di dalam hati saya. Saya melanjutkan membaca, bahkan pada saat kuliah Kimia Medisinal 2 hari ini, saya tetap membacanya selama dosen menjelaskan. Saya sudah tidak tahan lagi. Rasanya pada waktu itu, air mata saya ingin segera ditumpahkan. Saya ingin segera pulang ke kos dan berdoa.
Setelah tiba di kos, saya masih sempat makan dan mandi. Lalu saya berdoa. Detik-detik pertama saya berdoa, hati saya merasa begitu hancur. Saya tahu saya dipilih oleh Tuhan, tetapi ada begitu banyak kesempatan yang saya sia-siakan begitu saja. Saya menjerit: Tuhan, Engkau tahu orang seperti apa diriku! Aku adalah orang yang sombong, tempramenku sama seperti muridMu si Rasul Petrus. Aku orang yang sok pahlawan, aku lemah hati dan bla bla bla. Saya menyebutkan semua kelemahan-kelemahan saya. Singkat cerita, saya bertobat dan menyesal atas waktu-waktu berharga yang selama ini saya sia-siakan. Saya berkata pula sambil menjerit: Tuhan, jika Engkau memang mau memakai saya, tunjukkan pada saya kebenaran-kebenaranMu. Tunjukkan sendiri pada saya!
Kuat di dalam hati saya bahwa saya ingin jadi penginjil. Saya ingin memberitakan Injil. Oh, jangan tahan saya lagi, Tuhan. Jangan biarkan rasa takut saya menghalangi saya untuk pergi bersaksi kepada teman-teman saya yang belum mengenal Engkau.
Hari ini, Tuhan mengubahkan hidup saya dan saya kembali memperbaharui komitmen saya terhadap Tuhan. Tuhan begitu rindu cinta yang bergelora di hati anak-anakNya. Hati yang mengerti detak jantung Bapa, yang mengerti kerinduan hati Bapa yang terdalam. Apa yang paling Dia rindukan, yaitu: anak-anakNya kembali ke dalam pelukanNya. Oh yes, Lord. Saya mau taat.



0 komentar:
Posting Komentar