Sebuah Jurnal Perjalanan Hidup Sang Putri Kecil Bapa

Semua tentang kisah perjuangan putri kecil Bapa

Jumat, 24 Juni 2011

Pemuda: Tiang Pergerakan (2)


Ironisnya, gereja dewasa ini sangat jarang mempercayai anak muda untuk menangani masalah pelik yang ada. Biasanya anak muda hanya dipercayai dalam urusan kegiatan berjangka pendek, sementara untuk urusan memikirkan bagaimana gereja ke depannya, anak muda hampir tidak pernah dilibatkan. Ada beberapa paradigma yang salah tentang anak muda yang sering berkembang di dalam gereja, antara lain sebagai berikut.
1.   Roh Goliat (1 Samuel 17: 42)
                Roh Goliat adalah roh yang meremehkan anak muda. Ketika Goliat melihat Daud, dia menghina Daud karena      ia masih muda. Bahasa Inggris menegaskan lebih lagi: for he was only a youth (KJV). Meskipun Goliat sudah ditumbangkan, namun roh yang meremehkan dan menganggap anak muda tidak dapat dipercayakan urusan pelayanan yang pelik masih berkembang biak dalam diri banyak orang. Alasan kemudaan, masih sedikit makan asam garam pelayanan, membuat banyak pemimpin lebih memilih untuk mempercayakan pelayanan pada orang yang sudah berkompeten.
2.   Anak Muda Belum Bisa Dipercaya dalam Banyak Hal
                Pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Karena ketidakmampuan pemimpin untuk mempercayai anak muda membuat pemimpin tidak bisa melihat potensi besar dalam diri anak muda Kristen. Memang ini proses yang panjang, tetapi tanggungjawab terbesar seorang pemimpin adalah memberdayakan anak muda (yang merupakan jumlah yang sangat besar di gereja) sehingga mereka dapat muncul dan layak dipercaya dalam banyak hal.

Anak Muda: Tiang Pergerakan Masa Depan
                Potensi yang anak muda miliki janganlah sampai dibatasi hanya sebatas urusan keagamawian semata. Anak muda dipanggil bukan hanya untuk melayani dalam batas mimbar gereja atau dibatasi oleh dinding denominasi gereja. Namun, panggilan anak muda adalah menggarami dan menerangi masyarakat. Karena itulah, anak muda bukan hanya tiang pergerakan bagi gereja tetapi anak muda punya panggilan lebih dari itu yaitu menjadi dampak bagi masyarakat dan orang yang belum percaya.
                Tuhan tidak pernah menganggap remeh potensi dan kekuatan anak muda sekalipun minus pengalaman pelayanan. Karena itulah, jika gereja rindu ada sebuah perubahan besar-besaran dalam masyarakat, gereja terlebih dahulu harus mengadakan perubahan dalam cara pandangnya terhadap anak muda.
                Bagi anak muda sendiri, jangan pernah menjadikan alasan bahwa anda yang muda kurang berpengalaman dalam pelayanan atau apa pun juga sebagai penghambat hidup dalam panggilan Tuhan. Karena Tuhan tidak terlalu membutuhkan orang yang sudah berpengalaman. Tetapi yang Tuhan butuhkan adalah seorang muda yang berani hidup dalam visi, berani melaksanakan tanggung jawab yang sulit, berani menghidupi panggilan dan segera untuk menjadi penjawab masalah pelik yang ada di masyarakat.
                Anak muda adalah potensi besar yang belum diolah dengan optimal dan maksimal. Karena itulah gereja punya PR panjang untuk memberdayakan jemaat, yang di dalamnya juga termasuk orang muda, sehingga jemaat tidak menjadi orang-orang yang pasif atau hanya menunggu, namun mampu merespons suara Allah dlam hidupnya dan mampu mengambil tindakan nyata dalam menghidupi visiNya.
                Janganlah seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dalam kesucianmu. (1 Timotius 4: 12)

0 komentar:

Posting Komentar