Sebuah Jurnal Perjalanan Hidup Sang Putri Kecil Bapa

Semua tentang kisah perjuangan putri kecil Bapa

Rabu, 28 Maret 2012

Memberi Hidup Dipimpin oleh Roh

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging-- karena keduanya bertentangan-- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Galatia 5: 16-17.

 
Sekian lama ga meng-update blog karena terlalu fokus dengan kuliah profesi Apoteker yang sedang saya jalani, akhirnya saya muncul lagi. Kali ini bukan tentang pengajaran atau khotbah yang akan saya sampaikan melainkan sharing tentang kejadian sehari-hari yang saya alami terkait dengan proses pembentukan Tuhan di dalam hidup saya. Semoga dapat menjadi berkat.

Jumat, 30 Desember 2011

Panggilan (2)

 Cara mengenali panggilan masing-masing:


  1. Kita dapat mengenali panggilan bila kita telah mengenal Tuhan dan hidup di dalam kebenaranNya sehingga kita sadar bahwa semuanya adalah dari Tuhan dan untuk Tuhan (Roma 11: 36) dan bukan untuk kepentingan diri sendiri.
  2. Kita harus mengalami pemulihan dan mengizinkan Tuhan untuk membereskan hati kita.
  3. Kita tidak dapat mengenali panggilan secara instan tetapi perlahan-lahan. Makin lama makin jelas, seperti puzzle.
  4. Jika kita berada dalam panggilan kita, maka ada sesuatu yang berkobar-kobar dalam diri kita. Ada suatu semangat dan gairah yang tidak dibuat-buat, tetapi mengalir secara alami. Apa pun yang kita lakukan, kita lakukan dengan cinta.
  5. Bila kita berjalan dalam kehendak Tuhan, maka akan semakin banyak orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk membantu kita menggenapi rencana Tuhan.

Panggilan (1)

 Yeremia 1: 5
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau. Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi atas bangsa-bangsa."


Sebenarnya, apa sih tujuan kita dilahirkan ke dunia ini?


Pertanyaan yang pastinya sering timbul. Sebelum dilahirkan, Tuhan telah memikirkan tujuan yang besar untuk setiap kita. Kita diciptakan untuk tujuan yang khusus, untuk melakukan kehendak Tuhan, menyenangkan hatiNya dan menggenapi rencanaNya dalam hidup kita.

Jumat, 24 Juni 2011

Pemuda: Tiang Pergerakan (2)


Ironisnya, gereja dewasa ini sangat jarang mempercayai anak muda untuk menangani masalah pelik yang ada. Biasanya anak muda hanya dipercayai dalam urusan kegiatan berjangka pendek, sementara untuk urusan memikirkan bagaimana gereja ke depannya, anak muda hampir tidak pernah dilibatkan. Ada beberapa paradigma yang salah tentang anak muda yang sering berkembang di dalam gereja, antara lain sebagai berikut.
1.   Roh Goliat (1 Samuel 17: 42)
                Roh Goliat adalah roh yang meremehkan anak muda. Ketika Goliat melihat Daud, dia menghina Daud karena      ia masih muda. Bahasa Inggris menegaskan lebih lagi: for he was only a youth (KJV). Meskipun Goliat sudah ditumbangkan, namun roh yang meremehkan dan menganggap anak muda tidak dapat dipercayakan urusan pelayanan yang pelik masih berkembang biak dalam diri banyak orang. Alasan kemudaan, masih sedikit makan asam garam pelayanan, membuat banyak pemimpin lebih memilih untuk mempercayakan pelayanan pada orang yang sudah berkompeten.

Pemuda: Tiang Pergerakan (1)

    Pemuda adalah tiang negara. Pepatah ini memang ada benarnya. Masih ingat andil pemuda dalam kemerdekaan Indonesia? Benar pula bila kita katakan: pemuda adalah tiang gereja di masa depan. Mengapa? Karena di tangan orang-orang yang masih muda inilah terletak nasib pergerakan di masa depan. Orang-orang yang mungkin kita anggap masih bau kencur, tetapi di masa depan mereka mengemban satu tanggung jawab yang besar. Karena di pundak merekalah terletak masa depan pergerakan yang ada.

Tuhan Mempercayakan Visi dan Tanggung Jawab kepada Generasi Muda
    Dewasa ini, sangatlah sedikit generasi muda yang dipercaya mampu mengemban tanggung jawab berat dalam pelayanan. Kebanyakan hanya dipercayai dalam masalah pendelegasian tugas. Banyak pemimpin gereja yang cukup khawatir untuk mempercayakan masalah pelayanan yang sulit, yang menuntut konsentrasi dan tanggung jawab yang besar ke pundak generasi muda. Namun, Tuhan tidak demikian. Bahkan jika kita baca di dalam firman Tuhan, banyak peristiwa di mana Tuhan mempercayakan masalah genting sebuah bangsa kepada generasi muda. Berikut ini contoh-contohnya.

Selasa, 21 Juni 2011

Kebangunan Rohani Terbesar di Bumi dan di Surga


            Sudahkah saudara tahu apakah kunci kebangunan Rohani yang terbesar dari yang pernah ada? Sederhana. Berani mempercayai Janji Allah akan Kebangunan Rohani itu dan kita siap menerimaNya. Agar mendapatkan keberanian untuk mempercayaiNya, kita harus mengenalNya dan jatuh cinta setiap detik kepada PribadiNya dan jika kita mencintaiNya kita pasti mencintai jiwa-jiwa yang terhilang tersebut, kita akan berani berkata kepada Tuhan: “Berikan dan selamatkan jiwa-jiwa tersebut atau biarkan aku mati!” Sebab, saya percaya kekuatan cinta mengalahkan segalanya.
            Pernahkah kita bergumul untuk keselamatan jiwa-jiwa tersebut? Pernahkah kita meratap, menangis dan berteriak untuk keselamatan jiwa-jiwa tersebut? Pernahkah di sebuah ruangan tanpa ada orang lain, tanpa kita bisa “memamerkan” karunia-karunia Roh dan air mata kita kepada orang lain, kita meratap dan mencucurkan air mata kepadaNya untuk keselamatan mereka? Pernahkah?

Generasi Jawaban Doa


O, dari mana datangnya generasi ini?
Tahun demi tahun, abad demi abad berlari dengan cepat
Dunia semakin renta oleh dosa dan beban
Tiap waktu dari zaman ke zaman, generasi ke generasi..
Selalu ada doa, kerinduan, tangis
Cinta yang rindu akan pencurahan dari Surga
Akan pemulihan yang besar dan kebangkitan jiwa-jiwa yang lesu
Ada yang menerima jawaban, ada yang menunggu sampai waktu peristirahatan Bapa
Bagaimana dan  kapankah waktu-Nya itu tiba?
Generasi Jawaban Doa…
Dari kelemahan..dalam pergumulan yang panjang
Lahirlah yang ditunggu-tunggu
Setelah lama menanti, yang panjang, pembentukan dan kesakitan